Friday, March 03, 2006

Asal-usul Kata 'INDONESIA'

Oleh Batara R. Hutagalung

 Nama Indonesia muncul pertama kali di masa penjajahan Belanda. "Pencipta" kata ini adalah George Samuel Windsor Earl, seorang pengacara kelahiran London, yang bersama James Richardson Logan, seorang pengacara kelahiran Scotlandia, menulis artikel sebanyak 96 halaman di Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia No. 4, tahun 1850 dengan judul "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders."      


Mereka menamakan penduduk India-Belanda bagian barat yang berasal dari Proto-Malaya (Melayu tua) dan Deutero-Malaya (Melayu muda), sebagai Indunesians (Indu, bahasa Latin, artinya: India; Nesia, asal katanya adalah nesos, bahasa Yunani, artinya: kepulauan). Sedangkan penduduk di wilayah India-Belanda bagian timur masuk ke dalam kategori Melanesians (Mela = hitam. Melanesia = kepulauan orang-orang hitam). Oleh karena itu, Earl sendiri kemudian cenderung menggunakan istilah Melayu-nesians, untuk menamakan penduduk India-Belanda bagian barat. Kemudian Logan merubah Indunesia menjadi Indonesia (Indos dan Nesos, keduanya berasal dari bahasa Yunani) dalam tulisan-tulisannya di Journal tersebut.

Adalah Adolf Bastian, seorang dokter dan sekaligus etnolog Jerman, yang memopulerkan nama Indonesia ketika menerbitkan laporan perjalanan dan penelitiannya di Berlin, yang diterbitkan dalam karya 5 jilid (1864 – 1894) dengan judul “Indonesien, oder die Inseln des malaysischen Archipels” (bahasa Jerman, artinya: “Indonesia, atau Pulau-Pulau dari Kepulauan Malaya”). Jilid I berjudul Maluku, jilid II Timor dan Pulau-Pulau Sekitarnya, jilid III Sumatera dan Daerah Sekitarnya, jilid IV Kalimantan dan Sulawesi, jilid V Jawa dan Penutup.          




Sejak dahulu hingga sekarang, para ilmuwan Eropa lebih senang menggunakan istilah/kata bahasa Latin atau Yunani untuk penamaan hal-hal yang sehubungan dengan ilmiah, demikian juga untuk menamakan ras penduduk di wilayah Malaya dan India Belanda bagian barat.

Eduard Douwes Dekker, dalam bukunya “Max Havelaar” menyebut India-Belanda dengan nama Insulinde, variasi bahasa Belanda untuk Kepulauan India. Ketika Indische Partij (Partai India) yang didirikan oleh keponakannya dilarang oleh Pemerintah India Belanda tahun 1913, para anggotanya mendirikan Partai Insulinde.

Baik Indunesia, Indonesien atau Insulinde semua artinya adalah Kepulauan India, untuk menunjukkan identitas pribumi yang hidup di bagian barat wilayah India- Belanda, sedangkan yang hidup di wilayah timur –Flores, Timor, Maluku dan Papua-sebenarnya adalah orang-orang Melanesia (Kepulauan orang-orang hitam).

Para pendiri bangsa ini pada awal gerakan kemerdekaan ingin meninggalkan dan menanggalkan nama Netherlands - Indiƫ, yang artinya India Belanda. Nama ciptaan penjajah ini untuk membedakan dengan British-India, yaitu India yang dijajah oleh Inggris. Oleh karena itu -mungkin kurang mencermati arti dan dampaknya di kemudian hari- para pendiri bangsa memilih kata 'INDONESIA', untuk BANGSA, NEGARA dan BAHASA yang pada waktu itu masih dijajah oleh Belanda.

Yang termasuk pertama menggunakan kata Indonesia pada awal tahun 20-an adalah Perhimpunan Indonesia di Belanda yang sebelumnya bernama Indische Vereeniging, yang artinya adalah Perhimpunan India. Adalah seorang Belanda juga,  Prof Cornelis van Vollenhoven, yang tahun 1917 mengusulkan untuk mengganti kata 'Indisch' menjadi 'Indonesisch.' Tahun 1922 Indische Vereeniging (Perhimpunan India) resmi menjadi Indonesische Vereeniging (Perhimpunan Indonesia). Di India-Belanda (Netherlands-IndiĆ«), adalah Sam Ratu Langie dan Partai Komunis Indonesia yang dikenal sebagai yang pertama menggunakan kata INDONESIA.

Jadi kata Indonesia yang sampai sekarang digunakan oleh Republik Indonesia artinya tak lain adalah: Kepulauan India.

Apakah penduduk di Bumi Nusantara memang merasa bahwa negeri ini memang tepat dinamakan "Kepulauan India", atau menilai, bahwa negeri ini bukanlah bagian dari India? Seandainya bangsa ini sepakat untuk meninggalkan nama yang diciptakan oleh orang Eropa, maka Indonesia bukanlah negara pertama yang mengganti nama peninggalan masa penjajahan.

Banyak negara setelah merdeka mengganti nama yang “diciptakan” atau diberikan oleh penjajahnya, seperti Ceylon menjadi Sri Lanka, Burma menjadi Myanmar, Indo-Cina menjadi Vietnam, Rhodesia menjadi Zimbabwe, Gold Coast menjadi Ghana, South-West Afrika menjadi Namibia, dll.

Selain Indonesia, yang masih menggunakan nama yang “diciptakan” oleh orang-orang Inggris dan kemudian dipopulerkan oleh orang Jerman, negara yang masih tetap menggunakan nama peninggalan penjajahan adalah Philipina (Filipina). Ketika orang-orang Spanyol menguasai wilayah tersebut, sebagai persembahan kepada raja Spanyol, Philip, jajahan itu diberi nama Philipina.

Dapat menjadi bahan pertimbangan, untuk menggunakan nama yang telah 1000 tahun digunakan oleh nenek moyang kita, yaitu NUSANTARA!


   *****

11 comments:

adlin lumempouw said...

Benar bukan DR GSSJ Ratulangi yang menciptakan kata Indonesia pertama kali. Benar juga DR GSSJ Ratulangi sendiri tidak pernah mengatakan beliau yang menciptakan kata Indonesia. Benar juga selama ini kita tidak pernah dengan jelas menyatakan siapa yang pertama kali mempopulerkan kata INDONESIA. Tetapi Presiden RI I Ir. Soekarno jelas-jelas mengatakan “Saya mau menceritakan pengalaman saya sendiri. Empat puluh tahun yang lalu. Pada waktu itu banyak sekali diantara saudara-saudara yang belum lahir di dunia. Saya pada waktu itu masih menjadi murid dari pada Hogere Burglijke School di Surabaya. Saya menjadi utusan dari pada satu perkumpulan pemuda, datang mengunjungi kongres di Bandung. Pada waktu senggang tidak ada sidang dari pada kongres itu, saya berjalan-jalan di jalan Braga di Bandung dan di situ saya baca satu papan tulis, yang di atas papan tulis itu tertulis LEVENSVERZEKERING MAATSCHAPPIJ INDONESIA. “INDONESIA”, tahun 1922, saudara-saudara LEVENSVERZEKERING MAATSCHAPPIJ INDONESIA itu ada tulisan yang berbunyi “INDONESIA”, pertama kali dengan terang-terangan di wilayah tanah air kita INDONESIA. Saya bertanya kepada orang Bandung, “Apa ini Levensverkering Maatschappij Indonesia?” Oh, itu adalah perseroan tanggung jiwa yang dipimpin oleh seorang Doktor dari MINAHASA. Namanya Ratulangie”.

Selanjutnya Soekarno:”Tak dapat saudara menulis sejarah Indonesia tanpa menulis di dalamnya nama GSSJ RATULANGIE”.

… UNTUK SATU BANGSA INI SAUDARA GSSJ RATULANGIE telah mempopulerkan bulat pertama kali namanya, yaitu ‘INDONESIA”.
Adlin Lumempouw (rudyard_kuy@yahoo.com)

Anonymous said...

sbnrnya nama indonesia itu dri luar negri apa dri dlm ngri?

Wawanjapemethe said...

Salam japemethe,
trus siapakah orang pertama kali mempopulerkan kata "INDONESIA"

Anonymous said...

nama indonesia berasal dari tanah melayu, gawat nih jika malaysia ato singapore klaim, nga punya nama langsung, memalukan banget

Anonymous said...

pas w cari ke bibi Wikipedia.com

Nama Indonesia tuh dari luar negeri

w lupa sapa tokhnya

Anonymous said...

Cb kita baca lg artikel diatas maka akan terlihat dengan jelas siapa ygpertama kali mempopulerkan/memakai nama Indonesia dan yg jelas itu bukan Samratulangi

Gideon said...

Mungkin asal Kata Indonesia bsa membantu kita,,,,
bila kita dpt mengetahui siapa, dri mna dan ap itu arti dan kata : ENDO NE SIA

Arthauli said...

Setuju banget sama gagasan sodara...
Saya juga sempat berpikiran demikian karena selama ini ternyata kita menamai diri kita dengan sebutan dari kaum penjajah yang tak pernah puas menjajah kita...
Baiknya kita bersatu untuk menjadikan NUSANTARA sebagai Nama Negara yang kita cintai ini...
Sudah saatnya kita me-NUSANTARA-kan Indonesia karena kita bukan India... kita tidak lagi terjajah...

pandir kelana said...

Bukankah dalam mata kuliah Kewiraan dulu nama "Nusantara" diberikan pada daerah yang membentang dari Madagaskar hingga Papua yang menjadi tempat-tempat berdiamnya suku bangsa Melayu?

Di luar topik, adakah orang yang pernah dengar bahwa Belanda pernah melakukan perang kuman (pokken) di daerah Tapanuli Selatan di Prov. Sumatera Utara. Saya pernah dengar dari tante saya sebagai salah satu saksi hidup yang menyatakan bahwa penyakit pokken itu berjangkit setelah ada pesawat terbang Belanda melewati kampung mereka dengan terbang rendah.

Anonymous said...

Yang lebih gawat lagi Nih, ternyata di bahasa Melayu Kuno ada kata Indon yang artinya "Budak", jadi apalah negeri kita ini selanjutnya kalo terus pake kata "Budak" setelah kita jadi "Budak" dinegeri sendiri, itu yang dipahami oleh orang-orang picik Malaysia yang memanggil pada TKI kita dengan sebutan itu, Naudzubillah,....Bukankah nama adalah Do'a?

Anonymous said...

ternyata artinya tidak menarik.. nama indonesia tidak dapat saya jadikan referensi.. sayang sekali..