Thursday, August 28, 2025

ANALISIS KAMUS SEJARAH INDONESIA Presentasi di IKAL Strategic Centre

 

ANALISIS 

KAMUS SEJARAH INDONESIA 

Presentasi di IKAL Strategic Centre (ISC)

Kamis, 27 Mei 2021. 

 

Oleh Batara R. Hutagalung

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Sejarah

(FKMPS)

 

I.        PERKENALAN

II.        MATERI:

 

FAKTA-FAKTA YANG DITEMUKAN

 

Setelah meneliti Kamus Sejarah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada bulan April 2021, ditemukan beberapa fakta.

 

Fakta-fakta tersebut adalah:

 

1.   Dari periodisasi terlihat “hilangnya” masa penjajahan bangsa-bangsa Eropa, terutama penjajahan Belanda di wilayah yang sekarang menjadi Republik Indonesia.

Dengan hilangnya sejarah penjajahan, maka hilang juga kekejaman-kekejaman, bahkan kebiadaban-kebiadaban yang dilakukan oleh penjajah dan antek-antek serta kaki-tangannya dalam menindas pribumi di wilayah jajahan. Kebiadaban-kebiadaban tersebut antara lain adalah pembantaian etnis (genosida), perampokan harta Nusantara, pemberlakukan sistem tanam paksa yang membawa keuntungan yang sangat besar untuk penjajah dan para mitra dagangnya, namun membawa kesengsaraan yang menyebabkan ribuan rakyat mati kelaparan di tanah yang subur.

Bahkan di kamus ini bukan menulis kekejaman-kekejaman penjajah, melainkan sebaliknya, ratu Belanda dan beberapa orang Belanda, termasuk Gubernur Jenderal Dirk Fock dipuji-puji. Penulisan nama orang Belanda mendapat atribut TUAN DAN NYONYA, seperti di zaman penjajahan, yaitu penyebutan para jongos pribumi kepada para majikan orang Belanda.

 

2.   Dengan hilangnya sejarah penjajahan Belanda dan masa agresi militer Belanda di Republik Indonesia antara tahun 1945 - 1949, maka hilang juga lembaran hitam sejarah bangsa Cina baik di masa penjajahan, maupun di masa agresi militer Belanda di Republik Indonesia antara tahun 1945 – 1949.

Di masa penjajahan Belanda sejak tahun 1619 – 1942, bangsa Cina adalah mitra penjajah di berbagai bidang, bukan hanya di bidang perdagangan saja, melainkan dalam pengelolaan perkebunan, pelaksanaan pemungutan pajak, pengelolaan rumah-rumah judi dan rumah-rumah madat, dll.

Dalam upaya menjajah Republik Indonesia setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, mulai tahun 1946 Belanda merekrut bangsa Cina yang ada di Republik Indonesia untuk menjadi anggota pasukan Pao (Po) An Tui. Belanda membentuk, membiayai dan melatih pasukan Pao (Po) An Tui. Pasukan bangsa Cina ini ikut berperang di pihak Belanda dalam agresi militer Belanda I, tanggal 21 Juli 1947 dan agresi militer Belanda kedua tanggal 19 Desember 1948.

Setelah lembaran hitam sejarah bangsa Cina sejak zaman penjajahan dan di masa agresi militer Belanda “hilang,” di Kamus Sejarah Indonesia muncul banyak nama-nama bangsa Cina.

 

3.   Banyak nama Pahlawan Nasional Indonesia, terutama dari kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pejuang-pejuang yang melawan Belanda dari Kamus Sejarah Indonesia.

Banyak dari nama Pahlawan Nasional dari TNI yang “hilang,” adalah mereka yang gugur dalam Perang Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia terhadap agresi militer Belanda.

Sangat mengherankan. Apakah para pengarang kamus ini tidak mengetahui, bahwa di toko-toko buku dapat dibeli Album Pahlawan Nasional Indonesia? Seandainya kurang lengkap, dapat ditanyakan ke Kementerian sosial RI. Usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional Indonesia dibahas di Kementerian Sosial RI. Dengan demikian, Kementerian Sosial memiliki data paling lengkap mengenai Pahlawan Nasional Indonesia, berikut peran dari para Pahlawan nasional Indonesia. Oleh karena itu, sangat tidak masuk akal, kalau sangat banyak nama Pahlawan Nasional Indonesia tidak ada di Kamus Sejarah Indonesia dengan alasan “alpa, lalai atau lupa.”

 

4.   Di lain pihak, semua nama-nama tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia lengkap ditulis di Kamus Sejarah Indonesia. Keterangan mengenai PKI dan tokoh-tokoh PKI juga sangat panjang.

 

5.   Rangkuman dari butir 1 – 4:

Di Kamus Sejarah Indonesia yang baru ini, banyak nama Pahlawan nasional Indonesia yang “hilang.” Sebagian besar nama-nama yang hilang adalah dari kalangan Tentara nasional Indonesia (TNI). Bahkan banyak dari mereka yang gugur dalam perang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Lembaran hitam sejarah penjajahan bangsa Belanda dan lembaran hitam sejarah peran bangsa Cina yang menjadi mitra Belanda di masa penjajahan juga “hilang.” Di lain pihak, ratu Belanda dan orang-orang Belanda sang penjajah dipuji.  Nama-nama tokoh-tokoh Partai Komunis Indonesia lengkap ditulis. Di Kamus Sejarah Indonesia yang baru, muncul nama-nama orang-orang bangsa Cina yang tidak ada perannya dalam pembentukan negara dan pembangunan negara Indonesia.

Di jilid I, hlm. 315, ada nama Tan eng hoa, anggota BPUPK . anggota BPUPK berjumlah 67 orang. Namun mengapa idak semua nama anggota BPUPK ditulis di Kamus ini? Dalam sidang BPUPK, ketika membahas mengenai kewarganegaraan dai negara yang akan didirikan, tiga orang wakil bangsa Cina, yaitu Tan Eng Hoa, Oey Tjong Hauw dan Oey Tiang Tjoey, tidak ingin menjadi warga negara dari negara yang akan didirikan, yaitu Republik Indonesia. Jadi di mana “peran besar” Tan Eng Hoa dalam pembentukan negara Indonesia? (lihat Risalah Sidang-Sidang BPUPK yang diterbitkan oleh Sekretariat Negara, halaman xxxvii).

Di jilid I ada ditulis halaman 131: “Kung Yung Pao, Surat kabar. Surat kabar berbahasa Cina yang diterbitkan di Jakarta. Dipimpin oleh Oey Tiang Tjoei.” Apa peran besar dari Oey Tiang Tjoei dan surat kabarnya dalam pembentukan negara Indonesia, sehingga namanya dan nama surat kabarnya ditulis dalam Kamus Sejarah Indonesia yang baru? Di masa pembentukan bangsa dan negara Indonesia tahun 1900 – 1950, sangat banyak harian dan penerbitan yang dipimpin oleh pribumi, yang justru sangat berperan dalam pembentukan negara dan bangsa Indonesia. Mengapa itu semua tidak ditulis di Kamus Sejarah Indonesia yang baru?

Kalau yang dimaksud adalah Oey Tiang Tjoei yang menjadi anggota BPUPK mewakili bangsa Cina, maka dia termasuk yang menolak menjadi warga negara dari negara yang akan didirikan dan akan dinamakan INDONESIA. Lihat penjelasannya mengenai Oey Tiang Tjoey dalam Risalah Sidang-Sidang BPUPK, halaman xxxvii, yang diterbitkan oleh Sekretariat Negara tahun 1998.

 

Editor Kamus Sejarah Indonesia yang diterbitkan oleh Kemendikbud Ristek tahun 2021 adalah Prof. Susanto Zuhdi. Dalam penjelasannya kepada media dia mengatakan, bahwa: Semua tokoh-tokoh yang berperan besar dalam Pembentukan Negara dan Pembangunan Negara Indonesia harus ditulis dalam Kamus Sejarah Indonesia.” (Lihat:

https://www.suara.com/news/2021/04/20/182616/tokoh-komunis-di-kamus-sejarah-indonesia-kemendikbud-mereka-punya-peran).

 

Namun faktanya menunjukkan, bahwa justru puluhan nama-nama pahlawan yang berperan dan bahkan gugur dalam perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia terhadap agresi militer Belanda dan sekutunya, ABDACOM, serta kaki tangan dan antek-anteknya di Indonesia, tidak ditulis dalam Kamus Sejarah Indonesia tersebut. Agresi militer Belanda dan sekutunya antara tahun 1945 – 1949 bertujuan untuk menghancurkan negara dan bangsa Indonesia. Dalam melancarkan agresi militernya, pasukan Belanda diperkuat dengan pasukan KNIL, yaitu pribumi dan keturunan Indo yang pro Belanda. Pasukan Belanda juga diperkuat dengan pasukan  Po (Pao) An Tui, yaitu pasukan bangsa Cina yang tinggal di Indonesia.

 

III.        KESIMPULAN

Melihat penulisan2 sejarah yang diterbitkan oleh Kemendikbud, baik dalam buku2 sejarah untuk sekolah2, maupun dalam Kamus Sejarah Indonesia yang baru, serta penulisan sejarah di buku Materi Sosialisasi Empat Pilar MPR, sadar atau tidak disadari, bahwa ini semua seperti “Mengarang Sejarah Baru” untuk bangsa Indonesia. Banyak isinya merupakan pemutar-balikan fakta2 sejarah penjajahan dan “menyembunyikan” kekejaman2 tentara Belanda dan antek serta kakitangannya di masa agresi militer Belanda ke I dan ke II.

 

SIAPA SAJA YANG DIUNTUNGKAN DAN SIAPA YANG DIRUGIKAN DI KAMUS SEJARAH INDONESIA INI?

 

Terdapat BENANG MERAH dengan buku2 sejarah untuk sekolah2  yang diterbitkan oleh Kemendikbud tahun 2017.

 

IV.        SARAN

1.   Buku Kamus Sejarah Indonesia dan buku2 sejarah untuk sekolah2 yang diterbitkan oleh Kemendikbud, Kurikulum 2013 Edisi revisi 2017, harus ditarik dari peredaran.

2.   Dilakukan lagi penelitian yang sangat rinci dan dalam menulis historiografi, harus melibatkan pakar2 dari berbagai disiplin ilmu, a.l. strategy militer, psikologi sosial, diplomat, hukum, komunikasi, bahasa, dll.

3.   Dalam ‘Periodisasi Kamus Sejarah Indonesia yang akan diterbitkan, harus dimasukkan masa penjajahan bangsa-bangsa Eropa.

4.   Masa penjajahan Belanda harus dijelaskan dengan rinci.

5.   Masa pendudukan tentara Jepang juga harus ditulis secara rinci..

6.   Masa Perang Mempertahankan Kemerdekaan terhadap agresi militer Belanda harus ditulis dengan lengkap, termasuk kekejaman-kekejaman tentara Belanda dan kaki-tangan serta antek2nya.

 

V.        PENUTUP

Slide bagaimana 60 orang Belanda menguasai 60 juta pribumi.

Membahas konsep “SEJARAH SEBAGAI SENJATA.”

 

********

 

 


No comments: